NILAI GEOMETRI TRANSFORMASI

Berikut ini adalah nilai Geometri Transformasi untuk Mahasiswa Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang semester 6 untuk kelas E sampai dengan kelas K.

1. KELAS 6 E

2. KELAS 6 F

3. KELAS 6 G

4. KELAS 6 H

5. KELAS 6 I

6. KELAS 6 J

7. KELAS 6 K

Apabila ada sesuatu yang perlu dibicarakan, dapat disalurkan lewat email : mr_roymath@yahoo.co.id

Semoga dapat menjadikan maklum. Terima kasih.

Tujuh Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal Matematika

Belajar matematika dengan cara membaca dan menghafal tidaklah cukup. Matematika bukan ilmu hafalan. Kunci untuk berhasil dalam mengerjakan soal matematika adalah dengan banyak latihan. Latihan dan terus latihan. Ketika Anda sudah banyak berlatih, secara otomatis rumus-rumus juga akan masuk ke otak Anda. Sehingga Anda tidak perlu menghafal rumus demi rumus. Namun, kadang-kadang kita juga harus tetap bisa menghafal supaya dapat mengerjakan dengan cepat.

Belajar Matematika Belajar Menghafal ?

Tidak usah khawatir karena Anda tidak bisa menghafal. Logikanya begini. Anda pasti hafal diluar kepala bahwa 5 x 5 =25. Padahal itu Anda pelajari beberapa tahun yang lalu. Mengapa Anda masih ingat ? Padahal Anda tidak menghafal terus menerus. Hampir sama ketika Anda mempelajari rumus-rumus trigonometri atau rumus-rumus integral. Ketika Anda pertama kali mempelajari rumus-rumus pasti kelihatan sulit. Tetapi ketika Anda membiasakan diri untuk berlatih dan terus berlatih semakin lama Anda tidak perlu menghafal karena memori otak Anda sudah menyimpan rumus-rumus tersebut ketika Anda berlatih dan menggunakannya.

Nah, pada posting kali ini saya akan memberikan tujuh kesalahan yang paling sering dilakukan siswa ketika mengerjakan soal matematika terutama ketika menghadapi ujian. Saya pilih siswa karena sebentar lagi siswa-siswi kelas XII akan menghadapi ujian nasional yang secara langsung menentukan masa depan mereka. Terlebih matematika masih dijadikan momok pelajaran yang menakutkan.

Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini diharapkan para siswa semakin tahu bagaimana seharusnya belajar matematika. Sehingga para siswa merasa asyik dan menikmati ketika belajar matematika. Dan tentu saja kesalahan-kesalahan ini tidak akan dilakukan. Berikut tujuh kesalahan yang dilakukan para siswa ketika belajar matematika atau ketika mau menghadapi ujian matematika.

1. Tidak Belajar Sama Sekali dan Terlalu Percaya Diri
Beberapa siswa sering merasa yakin dengan latihan-latihan yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga pada waktu mendekati ujian mereka tidak belajar sama seklai. Ini merupakan kesalahan fatal yang sering dilakukan siswa. Meskipun Anda cerdas dan pandai, namun alangkah baiknya jika Anda mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena segala sesuatu bisa terjadi pada waktu ujian. Ingat kajinan juga berpengaruh terhadap keberhasilan Anda. SUKSES = RAJIN + CERDAS.
Selain itu, jika siswa tidak belajar sama sekali, maka segala cara kemudian ditempuh, misalnya: membuat contekan, mengandalkan teman sebelahnya atau mengisi jawaban apa adanya alias “ngawur”. Nah, kalau sudah begini sangat fatal. Ingat jika Anda ketahuna mencontek atau bekerja sama banyak kerugian yang akan Anda alami. Lebih baik persiapan belajar dan mengerjakan sesuai dengan kemampuan Anda.

2. Belajar Matematika dengan Menghafal dan Tanpa Latihan
Seperti sudah saya jelaskan di atas, bahwa belajar matematika bukan belajar menghafal. Salah jika Anda belajar matematika tanpa latihan, karena sebenarnya banyak hal yang akan Anda temukan ketika latihan. Porsi untuk membaca dan latihan menurut saya adalah 20 % untuk membaca konsep dan 80 % untuk latihan. Jangan terlalu banyak membaca konsep karen tidak akan membuat mahir atau terampil mengerjakan soal-soal matematika. Ingat soal-soal matematika bukanlah konsep semata, tetapi lebih banyak soal yang berkaitan ketrampilan Anda menggunakan rumus, logika dan menyimpulkan sesuatu.

3. Tidak Teliti
Sayang benar jika Anda bisa mengerjakan sebuah soal matematika dengan lengkap, tetapi Anda merasa kecewa karena setelah Anda keluar dari ruang ujian Anda baru menyadari bahwa jawaban Anda salah pada baris terakhir saja. Anda sudah mengerjakan dengan susah payah, tetapi karena ketidaktelitian membuat jawaban Anda salah. Misalnya: 1+(-10) menjadi 9, padahal hanya kurang tanda (-) saja, betapa itu sangat mengecewakan jika itu terjadi pada Anda.

Meskipun Anda pintar dan melakukan banyak persiapan, namun jika Anda tidak teliti juga akan percuma. Terlebih jika semua soal adalah soal pilihan ganda, yang ditentukan dengan jawaban benar atau salah saja. Fatal akibatnya jika Anda tidak teliti. Apakah Anda pernah mengalami seperti hal ini ?

4. Terburu-buru
Banyak siswa yang sering melakukan kesalahan ini. Biasanya kesalahan ini dilakukan karena siswa ingin segera menyelesaiakan soal matematika dengan cepat dan ingin mendapat nilai maksimal. Namun karena terburu-buru banyak kesalahan-kesalahan sepele yang dilakukan. Misalnya ketika mengerjakan soal urain, ada yang salah, kemudian dihapus/di tipex, sambil menunggu kemudian mengerjakan soal yang lain. Karena terburu-buru, maka jawaban yang ingin diperbaiki menjadi kosong dan tidak jadi diperbaiki. Fatal bukan ?

5. Tidak Memperhatikan Petunjuk Soal dan Lupa Menulis Identitas Diri
Ketika Anda mau mengerjakan soal-soal matematika, sebaiknya Anda membaca terlebih dahulu petunjuk soalnya. Siapa tahu ada aturan atau petunjuk-petunjuk yang baru atau tidak seperti petunjuk sebelumnya. Misalnya skor setipa nomor, skornya 1 atau 4, jika salah -1 dan lain-lainnya.

6. Mengerjakan Tidak dengan Prioritas dan Tanpa Strategi
Kecenderungan siswa dalam mengerjakan soal matematika biasanya cenderung mengerjakan dari nomor 1 dan tidak memperhatikan soal-soal yang lain. Akibatnya jika nomor 1 kebetulan soal yang sulit, maka pada bagian awal Anda sudah membuat kesalahan. Selain itu Anda akan cenderung emosi semisal Anda tidak memperoleh jawabannya. Ada tipe pembuat soal yang seperti ini, yang digunakan untuk menguji psikologis siswa. Sebaiknya Anda hati-hati dalam menghadapi tipe-tipe soal yang sulit dan ditaruh di bagian awal soal.

Sebaiknya, Anda lihat terlebih dahulu semua soal, jumlah halaman, lengkap atau tidak, prioritaskan soal-soal yang mudah menurut Anda, baru kemudian mengerjakan soal-soal yang sulit. Setelah itu Anda hitung kemungkinan Anda bia mengerjakan berapa soal. Sudah tuntas belum ?

7. Mengerjakan dengan Coba-coba dan Menghafalkan Rumus Praktis
Memang tidak salah jika Anda mengerjakan soal dengan coba-coba. Beberapa soal memang lebih cepat jika dikerjakan dengan coba-coba terutama untuk soal pilihan ganda. Misalnya soal, program linear, soal sistem persamaan linear dan lain-lain. Tetapi saran saya, sebaiknya Anda juga harus hati-hati dengan tipe-tipe soal seperti ini. Kadang-kadang juga ada soal yang bisa dikerjakan dengan coba-coba tetapi akhirnya menjebak Anda. Selain itu, ada soal dengan tipe ini yang dikerjakan lebih lama daripada dengan langkah-langkah biasa.

Saya tidak melarang Anda menggunakan rumus praktis atau cara cepat. Memang ada tipe soal yang dapat dikerjakan dengan rumus praktis. Tetapi perhatikan bahwa rumus prakits tidak berlaku untuk semua soal, hanya untuk soal dengan tipe tertentu saja.

Kiranya sudah terlalu banyak saya menuliskan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika mengerjakan soal terutama soal matematika dan beberapa saran untuk Anda. Saran saya dalam mengerjakan soal matematika sebaiknya Anda harus:
1. Percaya Diri
2. Mengerjakan dengan Strategi
3. Persiapan Diri dengan Banyak Berlatih

Mungkin Anda memiliki kesalahan lain dan saran-saran lain silahkan Anda tuliskan pada kotak komentar di bawah ini. Tujuh di atas bukan angka keramat, hanya untuk mempermudah mengingat saja dan jika ada tambahan bisa menjadi delapan atau sembilan dan seterusnya.

Selamat Belajar Bagi Siswa-siswa Kelas XII
Semoga Berhasil dalam UN 2009.

Persiapan Semesteran Teori Bilangan

beberapa masalah yang mungkin berguna untuk persiapan semesteran Teori Bilangan.

  1. jika z1 = r1 cis θ1 dan z2 = r2 cis θ2 buktikan z1. z2 = r1 r2 Cis (θ1 + θ2 )
  2. jika z є C dengan C bilangan Kompleks. Tentukan nilai z yang memenuhi z4 + 16 = 0
  3. Buktikan bahwa < C, x > dengan C bilangan Kompleks adalah suatu Grup.
  4. ubahlah 156 ke dalam bilangan basis 7.
  5. 1657 x 11334 = bil5. tentukan bil5?
  6. 123,34 + 324 = bil7.tentukan bil7?
  7. jika a ≡ b (mod m), c ≡ d (mod m) buktikan bahwa ac ≡ bd (mod m).
  8. jika hari ini hari senin hari apakah 19991998 hari lagi.

silahkan untuk dipelajari sebelum semesteran dilaksanakan. semoga mendapat yang terbaik. salam.

Pendidikan di Indonesia; Antara harapan dan realita!

Sudah me njadi hak bahwa tiap manusia berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, bahwa tiap warga negara pendapat pendidikan adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah karena itu adalah amanat dari undang – undang. Pemerintahpun sudah berusaha memberikan yang terbaik dalam pembenahan di lingkungan pendidikan, anggaran amanat dari undang – undang yang mengharuskan 20% dari APBN adalah harus dianggarkan untuk pendidikan mulai tahun kemarinpun sudah didingungkan. pendidikan dan kesehatan gratispun menjadi topik utama tiap pilkada yang terjadi di setiap daerah. wajib belajar 9 tahun sampai pada jenjang sekolah menengah pertama selalu menjadi materi tiap calon pemimpin tiap daerah. dengan iming – iming sekolah yang murah bahkan cenderung gratis selalu di elu – elukan untuk meninabobokan mereka – mereka yang tidak tahu lagi harus melangkah. sekolah gratis bak sebuah hujan yang datang dari langit kala kemarau sedang melanda negeri. sekolah gratis bak menjadi asa dari sebagaian kaum terpinggirkan untuk bisa sedikit bermimpi tentang masa depan, sekolah gratis seakan menjadi titik terang bagi mereka kaum gelandangan, kaum pengemis, kaum pengamen, kaum buruh tani, kaum kuli panggul dan kaum melarat untuk dapat berharap bahwa kelak anak mereka tidak akan hidup seperti apa yang telah mereka lalui.

Tapi coba kita lihat realita yang ada saat ini, pada saat PPD ( Penerimaan Peserta Didik) , apa yang dapat kita saksikan? untuk masuk sekolah yang berkualitas seseorang harus merogoh saku sedemikian dalam. Sejumlah uang jutaan rupiah melayang sekejap hanya untuk masuk di suatu kelas tertentu yang notabenenya adalah sekolah negeri. uang yang dimulai dari 2 juta – 30 juta ditawarkan agar bisa masuk menjadi anggota siswa di sekolah tertentu. sejumlah cara penerimaanpun beragam, mulai dari jalur reguler sampai dengan jalur khusus yang tidak diketahui bagaimana mekanismenya. berbagai macam proyekpun  muncul pada saat penerimaan peserta didik berlangsung. yang ujung – ujungnya bermuara ke yang namanya uang.

terus dimanakah sekolah gratis yang dijanjikan pemerintah? dimanakah janji – janji para pemimpin daerah kala mereka berjanji pada rakyat. suatu ironi: sekolah katanya gratis tetapi mereka anak – anak kaum gelandangan, kaum pengemis, kaum pengamen, kaum buruh tani, kaum kuli panggul dan kaum melarat hanya bisa melihat dari jalanan dan hanya bisa menghayal seandainya aku bisa memakai pakaian seragam. apa memang selamanya bahwa ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH!!!